Pijakan Main: Setelah Bermain

Setelah hampir sebulan tidak posting. Baiklah, ku lanjutkan tentang pijakan main. Setelah Bermain.

1. Beres-beres
Ketika waktu bermain telah habis, guru harus konsisten, walaupun nampaknya anak masih terlihat senang bermain. Bisa kita katakan ke anak,”terima kasih sudah datang dan bermain, waktu bermain sudah habis, sekarang waktunya beres-beres, besok teman-teman bisa datang lagi ke sini dan bermain”. Guru mengajak dan memberi contoh beres-beres, bisa gunakan irama/lagu supaya semangat.
Sebelum waktu habis, bisa juga guru memberi peringatan,”waktu bermain kita 10 menit lagi/ 5 menit/ sampai jarum panjang di angka….. (bila ada jam dinding ditempat bermain)”, “waktu bermain kita habis saat hitungan ke 10”, lalu guru bisa mulai menghitung, memperkenalkan hitungan ke anak. Bisa divariasi dengan hitung mundur atau penggunaan bahasa asing 🙂
Beres-beres sangat penting untuk mengajarkan klasifikasi. Kotak/kontainer tempat menyimpan mainan sebaiknya diberi label (anak bisa belajar keaksaraan) dan transparan (supaya terlihat apa isinya, dan dicocokkan ke label). Klasifikasi bisa berdasarkan warna, bentuk, ukuran. Bisa juga berdasarkan fungsi benda.
Ketika anak mengangkat dan mengembalikan alat main ke lemari penyimpanan, kegiatan itu melatih motorik anak.

2. Recalling
Anak menceritakan kembali kegiatan yang dilakukannya saat bermain. Apa yang dimainkan, bersama siapa, alat apa yang digunakan, bagaimana cara menggunakannya, dll. Bila di sentra balok bisa ditanya membangun apa. Di sentra peran, berperan jadi apa, yang dilakukan ketika memerankan tokoh itu. Di sentra seni, anak menceritakan proses membuat hasil karyanya, lalu guru bisa tanya ada (menyerupai) bentuk-bentuk apa saja dan warna apa pada hasil karyanya.
Saat recalling ini guru bisa mengamati kemampuan anak dalam mengurutkan kejadian yang dialaminya. Dan kejujuran anak dalam menceritakan pengalaman bermainnya. Ada anak yang “hanya berimajinasi” melakukan suatu permainan, padahal dia tidak bermain itu, hanya melihat temannya bermain. (catatan: tapi gurunya juga harus jujur dalam mengobservasi ya!, terkadang dalam mengobservasi sering lupa, ada yang tidak sempat dicatat).

3.Ganti Baju
Ini khusus di bahan alam. Atau untuk anak yang perlu ganti baju karena bajunya basah/kotor.
Guru menemani, beri kesempatan anak mencoba ganti baju sendiri. Bila ada yang kesulitan bisa berkata,”apakah perlu bantuan?”, “bila ada yang butuh bantuan bisa bicara”.
Ada baiknya disedikan kursi untuk anak yang kesulitan memakai celana sambil berdiri, bagi anak usia dini / toddler, belum mampu mengangkat 1 kaki, belum seimbang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s