Pijakan Main : Saat Bermain

Pijakan saat bermain atau pijakan individu, karena ditujukan untuk individu, walaupun saat pelaksanaannya bisa “menyentuh” banyak individu 🙂
*aku masih mengalami kesulitan menyampaikan maksudku dalam bahasa yang benar dan mudah dimengerti*

Jadi saat bermain ini, guru mengobservasi anak, diberi pijakan per anak, dekati dan bicara secara individu kepada anak.
Yang perlu diingat ketika melihat ada anak tidak mau main/ tidak mau melakukan kegiatan, kemungkinannya adalah
1. Terlalu sulit, sehingga membuat anak bingung dan putus asa.
2. Terlalu mudah, sehingga anak merasa kurang tantangan, bosan.

Bila ada yang terlihat bingung, bisa diberi arahan cara menggunakan alat mainnya,
misalnya ketika bermain playdough, guru bisa memberi pijakan, “kita bisa membuat bulatan”, “kita bisa menggulung”, “kita bisa menekan”, dst. Lalu biarkan anak berkreasi sendiri.

Bila ada yang terlihat bosan/tidak tertarik dengan mainannya, bisa diberi pijakan untuk menaikkan level berpikirnya.
Misalnya ketika bermain kocok sabun yang tujuannya untuk memperkuat jari tangan/ motorik halus (antara lain alat tulis untuk menulis), guru bisa memberi pijakan, “lihat, apa yang terjadi bila air diberi sabun lalu kita kocok?” (anak akan menggunakan matanya untuk melihat), “kita bisa ambil busanya, bagaimana rasanya? Lembut atau kasar?” (anak akan belajar tekstur benda).

Bila ada yang menyalahi prosedur atau melanggar aturan, bisa juga diberi pijakan supaya bisa kembali main sesuai prosedur dan aturan.

Ada 5 langkah dalam memberi pijakan, supaya anak terlatih untuk berpikir (yang biasa terjadi adalah langsung ke langkah 4 atau 5, guru/orangtua kurang sabar menemani anak berpikir dan mencari solusi).
1. Visually looking on
2. Non direct statement
3. Question
4. Direct statement
5. Physical intervention

Cara memberi pijakan ini erat kaitannya dengan penggunaan bahasa positif. Aku ingin bisa mastering bahasa positif, juga bisa mengetahui saat yang tepat kapan harus memberi pijakan pada anak kapan harus diam dan cukup observasi.
Dan yang juga menarik adalah bagaimana menjawab pertanyaan anak dengan pertanyaan juga, bersabar dan mengarahkan sampai si anak menemukan sendiri jawabannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s