Pijakan Main: Lingkungan

Pijakan, atau dalam bahasa inggris disebut scaffolding, sangat penting untuk membuat kegiatan bermain menjadi bermakna, bernilai lebih, belajar melalui bermain.

Ada 4 pijakan main:
1. Pijakan Lingkungan
2. Pijakan sebelum bermain
3. Pijakan individu (saat bermain)
4. Pijakan setelah bermain

Ku tuliskan tentang pijakan lingkungan dulu ya 🙂

Pijakan lingkungan adalah penataan lingkungan main, supaya kegiatan main nyaman, bisa berjalan lancar, yang bermain senang. Selain itu juga berfungsi sebagai batasan, batasan tempat main. Maksudnya anak diberi kebebasan memilih beragam permainan sekaligus bertanggung jawab atas pilihannya, fokus dan menuntaskan permainan yang dipilihnya baru kemudian berpindah ke permainan lainnya.

Contoh di sentra Bahan Alam (karena pengalamanku banyak di Bahan Alam), bisa juga diterapkan di sentra Persiapan/ Readiness, rumus mempersiapkan ragam permainan adalah

                      Jumlah anak x 3 tempat main

Kalau ada 10 anak, maka ada 30 tempat main. 1 jenis permainan bisa untuk 2 atau 3 anak (maka dalam 1 permainan berarti ada 2 atau 3 tempat main).
Biasanya aku menyiapkan 15-18 permainan, dengan 2 tempat main untuk tiap jenis permainan.

Kenapa 2 atau 3 tempat main?
Konon 2 tempat main supaya ketika bermain anak memiliki teman bermain, bisa terlihat tahap perkembangan sosialnya. Dan kalau lebih dari 3, khawatir ada yang “terisolir” (catatan: ini untuk anak usia dini ya, < 8 tahun), tapi kalau dilihat tahap perkembangannya sudah mulai bisa bekerjasama, mungkin bisa lebih dari 3.

Dalam menata lingkungan main diusahakan anak bisa mengidentifikasi dalam 1 permainan ada berapa tempat main, misalnya dengan meletakkan 2 kursi, berarti ada 2 tempat main.
Diberi jarak antar jenis permainan, supaya anak bisa ada ruang untuk berjalan berpindah ke permainan lain.
Memperhatikan letak kursi, sebaiknya anak saling berhadapan, supaya memudahkan saling interaksi dan komunikasi.
Usahakan anak bisa melihat permainan lainnya ketika sedang bermain di satu permainan.
Dan tentu saja usahakan guru (observer) bisa melihat semua anak, untuk memudahkan mengobservasi 🙂

Apa lagi ya?
Peralatan main yang digunakan tentu saja yang aman bagi anak, dalam kondisi baik (misalnya gunting yang tumpul bisa mengakibatkan anak kesulitan menggunting, putus asa, tidak mau menggunting).

Oke sekian dulu, bila ada yang mau mengkoreksi atau menambahkan silahkan.

Insya'Allah yang berikutnya aku tuliskan tentang pijakan awal/ sebelum bermain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s